Pengadaan Barang/Jasa sebagai Energi Bersama

Jakarta – Trainer pelatihan pengadaan barang/jasa memikul peranan yang semakin penting dalam menyebarluaskan pemahaman akan aturan pengadaan. Terlebih lagi—dengan pemberlakukan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018—mitra LKPP ini semakin dituntut untuk dapat lebih cepat menyerap dan menyalurkan keilmuan kepada seluruh pengelola pengadaan.

Kepala LKPP Agus Prabowo mengungkapkan, tantangan bagi trainer dalam meningkatkan pemahaman pengadaan nantinya tidak hanya sebatas menyampaikan aspek revisi peraturan presiden saja. Pasalnya, masih ada 19 beleid turunan dan 3 peraturan lintas sektoral lainnya yang akan menjadi dasar pengaturan pelaksanaan pengadaan ke depan.

“Ya, intinya basisnya adalah Perpres 16/2018, tapi sebetulnya urusannya belum selesai karena urusan terpenting itu nanti setelah peraturan LKPP-nya jadi,” ujarnya.

Saling hidup-menghidupi dan outward looking

Sebagai sesuatu yang riil dipraktikkan, Agus meyakini bahwa pengadaan tidak lagi hanya sekadar value, melainkan juga energi bersama. Pasalnya, baik LKPP, trainer, maupun stakeholder lain, saling berkaitan dan memiliki andil yang besar dalam mendorong perbaikan pengadaan nasional.

Agus pun beranggapan bahwa titik temu banyak pihak dalam dunia pengadaan sekaligus menciptakan ruang yang luas untuk saling hidup-menghidupi. Tidak hanya menjadi motor penggerak perekonomian nasional,  dunia pengadaan nyatanya juga menjadi peluang yang prospektif dalam mengembangkan berbagai usaha, seperti pelatihan dan pendidikan. Untuk itu, ia menyebut perlu ada dukungan timbal balik yang baik antar-semua pihak yang terlibat.

“Nah, kita bangun bersama di masing-masing tempat, tapi sifatnya saling support; jangan jelek-menjelekkan. Kalau ada yang harus ditolong, ya ditolong; kalau ada yang kurang, minta bantuan; kalau overload, kasih ke orang lain. Jangan diambil sendiri. Jadi ini konsep hidup-menghidupi sebagai energi bersama,” ujarnya saat berbicara di hadapan peserta Diseminasi Bahan Ajar Pelatihan Pengadaan Barang/Jasa Tingkat Dasar, Kamis (17/05), di kantor LKPP.

Dalam menghadapi dinamika pengadaan secara global, Agus pun berharap LKPP dan semua pihak yang terlibat dapat melihat lebih keluar dan terbuka (outward looking). Sebab, pengadaan merupakan isu global yang perkembangannya sangat cepat.

Dalam beberapa kesempatan, LKPP pun mengajak beberapa mitra strategis untuk terlibat dalam kegiatan berskala internasional. Hal ini  merupakan kesempatan yang baik dalam membuka akses “pergaulan internasional” dan kesempatan kerja sama yang lebih luas lagi.

Bahkan, LKPP sudah melangkah lebih maju dengan melakukan pembahasan dengan beberapa mitra terkait prospek kerja sama di bidang pasar pengadaan.

“Intinya, mari kita jadikan perubahan-perubahan dan dinamika di pengadaan barang/jasa ini sebagai energi bersama. Cara memanfaatkannya itu hidup menghidupi dan outward looking.”

“Ujungnya, kita akan punya komunitas,  komunitas yang sadar pengadaan yang kredibel. Kalau komunitasnya itu sudah besar dan ada di mana-mana, kita akan punya leverage untuk mengubah pengadaan di negeri ini,” tutup Agus.